Wednesday, April 18, 2018

Ringkasan Modul 3 ( IDIK4013 ) Memanfaatkan Pustaka dalam Penulisan Karya Ilmiah


MODUL 3
MEMANFAATKAN PUSTAKA DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH

Kegiaatan Belajar I
Pengertian, Peran, Jenis, dan Penelusuran Pustaka

B. Peran Pustaka
Pustaka berperan sebagai ‘indra penglihatan’. Pustaka itu ibarat bahasa : sebegitu bahasa yang kita kuasai sebegitu pula  dunia yang dapat kita lihat. Konkretnya, seseorang yang menguasai banyak bahasa ( seperti  yang dicapai nabi sulaeman, misalnya) mengetahui banyak hal tentang dunia, layaknya orang yang naik menara; makin tinggi nmenara dinaiki, makin banyak bagian dunia/alam sekitar yang dilihatnya. Secara lebih operasioanl O’Leary (2004) membedakan menjadi reasons for reviewing literature (alas an/manfaat mengkaji pustaka) dan purpose of the literature review (tujuan/manfaat kajian pustaka). Dalam prakteknya, bekeja dengan pustaka terdiri atas 4 langkah ‘TTGK’ sebagai berikkut : Temukan!, Tata!, Gunakan!, dan Kaji!

Manfaat mengkaji pustaka dan kajian pustaka

Alasan/Manfaat Mengkaji Pustaka
Tujuan/Manfaat Kajian Pustaka
·  Memberi anda informasi tentang latar belakang topic (permasalahan dan solusi) karya ilmiah yang anda tulis
·        Member Pembaca informasi tentang hal-hal yang dapat diperoleh dari tulisan anda
·     menyajikan konteks pada topic yang anda kaji
·     Membekali anda dan membuat anda kritis terhadap pengetahuan dan keahlian (data, fakta, konsep, prinsip, dan teori atau hasil penelitian) dalam topic yang anda tulis
·    Membangun kredibilitas anda sebagai penulis yang handal dan berwawasan luas
·    Mendukung gagasan serta argument anda (bahan verifikasi/pembuktian dan analisa, pemeriksaan, penguraian)
·         Menemukan kesenjangan dalam topic yang perlu dibahas ( sehingga anda perlu menulis tetang topi tsb)
·        Menyajikan argument tentang relevansi dan signifikansi topic yang ditulis
·         Menghindari plagiarism tidak sengaja
·         Sesuai etika karya ilmiah

C. Makna Operasional Pustaka

Kumpulan kata disekitar kata perpustakaan yang maknanya senada satu dengan yang lain adalah:
1.     Daftar pustaka
Yaitu: mencantumkan judul buku, nama penulis, penerbit dsb yg ditempatkan di bagian akhir karangan/buku sesuai abjad
2.     Bibliografi
Yaitu : daftar buku/karangan yang merupakan sumber rujukan dari sebuah tulisan atau daftar tentang subjek ilmu
3.      Kepustakaan
Bermakna :
-          buku-buku kesusateraan
-          daftar kitab yg dipakai sebagai sumber acuan mengarang dsb, bibliografi
-          semua buku, karangan, dan tulisan mengenai suatu bidang ilmu, topic, gejala, kejadian

ragam pustaka dan kepustakaan yaitu:
1.      encyclopedia
2.      kamus
3.      kompilasi fakta dan data-data statistic terbitan pemerintah atau swasta
4.      bibliografi
5.      periodicals

himpunan kata yang maknanya senada satu dengan di sekitar kata perpustakaan yaitu:
1.      perpustakaan
2.      taman bacaan
3.      bibliotek
4.      persuratan

Kegiatan Belajar 2

Plagiarisme dan Etika serta Penulisan Rujukan (Sitasi) dan Penulisan Referensi

Melimpahnya informasi di internet dan mudahnya aplikasi teknologi sangat menggoda seseorang untuk berbuat curang, diantaranya dengan melakukan plagiarisme. 

A. Pengertian dan contoh-contoh plagiarisme 

Definisi plagiat dalam permendiknas no.17 tahun 2010 adalah perbuatan sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai sebuah karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai 

Contoh plagiarisme yaitu : siswa menyontek sewaktu ujian, saling meniru gaya/wajah artis, meniru poster film, dan bidang aktivitas kehidupan lainnya. Mengingat banyak manifestasi dari plagiarism, teknik ada aturan mencantumkan kutipan dan referensi perlu dipahami dan dipraktekkan.
Plagiarisme juga dapat dilihat sisi tingkat kepentingan atau keseriusannya. Makin penting peran lembaga pendidikan atau makin tinggi jenjang pendidikannya, maka makin serius kasus plagiarism yang mungkin dilakukannya. Dikatakan makin serius karena mereka semestinya menjadi contoh/teladan bagi lembaga/jenjang pendidikan yang dibawahnya. 

B. Pencegahan dan Penanggulangan Plagiarisme

3 tahapan pencegahan plagiarisme:
1.     tahap (re)sosilisasi dan (re)edukasi
merupakan pengenalan hal-hal yang berhubungan dengan plagiarisme. Sosialisai dengan cara edukasi formal dan non formal
2.      tahap pencegahan
menciptakan aturan dan mekanisme untuk mencegah serta saling mengingatkan untuk tidak melakukan plagiarism
3.      tahap deteksi
sekalipun tahap sosialisasi, edukasi dan pencegahan sudah dilakukan, tahap deteksi tetap harus dilakukan
Cara penanggulangan plagiarisme disarankan dilihat dari dimensi niat (sengaja atau tidak sengaja) dan dari tingkat keluasan plagiarisme (minor atau ekstrim).

C. Etika Karya Ilmiah
1.     pernyataan kesediaan sebagai narasumber penelitian dari subjek penelitian
2.   memperhatikan etika tentang plagiarism dan tidak mengandung unsure SARA serta norma  – norma yang berlaku secara nasional dan internasional

D.Dokumentasi: Kutipan/Sitasi dan Referensi
Pendokementasian adalah suatu proses untuk mengadministrasikan dokumen secara sistematis. Seperti surat- surat dan bahan bacaan yang penting, yang dijilid seperti buku ataupun yang tidak dijilid.

Untuk keperluan pendokumentasian dalam karya/tulisan ilmiah, hal – hal yang perlu diketahui dari dokumen tsb adalah:
1.      judul buku atau nama dokumen
2.      nama penulis/lembaga yang mengeluarkan dokumen/pemilik dokumen
3.      nama penerbit
4.      tempat diterbitkan
5.      tahun terbit


No comments:

Post a Comment